Panel Staff

Tidak Ada Orang Sulit, Tapi Unik

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita menghadapi orang yang kita anggap sulit. Mereka adalah yang sering menyulitkan urusan kita. Misalnya, tidak mau bekerjasama, kaku, keras kepala, menolak mengakui kesalahan, menghalangi tujuan, tidak terbuka, menyerang secara terbuka, mendominasi pembicaraan, komitmennya tidak jelas dan lain sebagainya. Orang-orang seperti ini sering kita temui dalam interaksi kita dengan masyarakat. Respon spontan kita adalah kita menghindari berinteraksi dengan orang-orang seperti ini. Bukan karena kita benci atau tidak suka, tetapi semata-mata karena kita menghargai diri kita sendiri dan dalam upaya menghindari masalah. Itu manusiawi.

Semua diantara kita memiliki kecenderungan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan sistem nilai dengan kita. Namun sayang sekali, karena tuntutan pekerjaan, kepentingan dan kebutuhan, seringkali kita tetap harus berinteraksi dengan mereka. Jurus pertama dan utama menghadapi orang sulit adalah dengan menanamkan di otak kita, bahwa sebenarnya tidak ada orang sulit, tapi unik.

Guru saya pernah berkata, jangan gampang menilai atau menghakimi orang lain, karena kamu tidak tahu apa yang telah mereka alami. Andaikan kita mengalami seperti yang dia alami sangat mungkin kita akan berperilaku yang sama. Bahkan mungkin lebih parah lagi. Setiap orang lahir secara genetis membawa sifat-sifat orangtuanya dan membentuk kepribadiannya. Kemudian diperkaya oleh lingkungan keluarga dimana dia dibesarkan dan lingkungan masyarakat dimana dia tinggal. Ditambah lagi dengan pengalaman-pengalaman unik hidupnya. Itulah yang menyebabkan setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang unik.

Ada orang yang extrovert, suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, berfokus pada dunia luar dan action oriented. Disisi lain ada yang introvert, senang menyendiri, mengurung diri, merenung dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.

Ada yang yang kongkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya, sehingga mereka adalah perencana teknis yang detail aplikatif dan terkesan rewel dan status quo. Disisi lain ada yang abstrak, konseptual, imajinatif, kreatif, inovatif sehingga mereka adalah konseptor yang hebat dan terkesan tidak realistis dan pemimpi.

Ada yang logis, analitis, objektif dalam mengambil keputusan, sehinggat terkesan kaku dan keras kepala. Disisi lain ada yang melibatkan perasaan, empati, harmoni, akomodatif, dan subjektif sehingga terkesan memihak atau tidak tegas.

Ada juga yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat), tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Disisi lain ada yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, bertindak secara acak dan ketidakpastian atau perubahan malah membuat mereka bergairah.

Para ahli mencatat bahwa perpaduan dari beberapa kepribadian utama tersebut akan menghasilkan banyak kombinasi yang sebenarnya sulit dideteksi. Meskipun demikian, untuk alasan kepraktisan, Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers secara garis besar pernah menggolongkan kepribadian menjadi 16 jenis, berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung. Tapi tulisan ini tidak untuk menjelaskan kepribadian, melainkan penyadaran bagi kita bahwa manusia itu unik.

Perbedaan kepribadian bisa menyebabkan perbedaan sikap, perilaku, bahasa, kepentingan, kebutuhan dan pendapat. Itu semua berpotensi menimbulkan konflik. Bayangkan kalo Anda sedang berurusan dengan orang-orang yang berseberangan kepribadiannya dengan Anda. Apakah Anda akan menghakimi dia sebagai orang sulit? Padahal, pada saat yang sama bisa jadi Anda juga di “cap” sebagai orang sulit oleh orang tersebut. Untuk itu kita semua berpotensi menjadi orang sulit bagi orang lain. Bahkan ada sebuah situasi tertentu yang bisa membentuk orang tiba-tiba menjadi sulit. Seseorang yang terancam hidupnya bisa saja mampu berbuat apa saja yang menyulitkan orang lain. Seseorang yang menyerang orang lain bisa jadi karena dia sendiri sedang dalam keadaan takut, cemas dan tertekan.

Penting untuk dicatat, bahwa sebuah situasi tertentu mampu dengan cepat merubah kepribadian tertentu. Tapi kepribadian tersebut akan kembali normal begitu situasinya normal kembali.
Ada beberapa tips saat menemui orang yang kita anggap sulit.

Pertama, mulailah membaca dan mengenali situasi. Jangan terjebak dengan kompleksitas masalah orang lain, tetap objektif dan jangan tertular oleh sikap atau emosi negatif orang lain. Menjaga diri dari berprasangka dan tetap senantiasa berfikir positif.

Kedua, empathy berusaha memahami sudut pandang, kebutuhan dan kepentingan orang lain. Mengakui dan menerima apa yang mereka rasakan, namun tidak berarti Anda harus menyetujuinya.

Ketiga, jangan pernah berpikiran untuk merubah orang lain menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan. Anda hanya perlu memahami kebutuhan yang sebenarnya dan mencatat secara cermat point-pointnya untuk kemudian melakukan beberapa penyesuaian dengan tujuan dan kebutuhan Anda.

Keempat, sampaikan posisi, kepentingan dan kebutuhan Anda dengan tegas dengan tetap menghormati dan mengakui kepentingan dan kebutuhan orang lain. Mulailah dengan membantu orang lain menemukan jalan keluar terbaik agar kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara optimal. Namun disisi lain secara elegant Anda menyampaikan pesan kuat akan pentingnya orang tersebut mengakomodir kepentingan dan kebutuhan Anda.

Kelima, tatap matanya dengan penuh kasih. Tunjukkan kebeningan hati Anda. Mata adalah jendela jiwa. Orang yang sehat (tidak sedang sakit jiwa) akan mampu menangkap ketulusan hati Anda. Itu akan membuat dia percaya dan siap menyelesaikan masalah dengan damai win-win solution.

Mari kita mulai bijak menghadapi orang-orang yang dianggap sulit. Mereka tidak sulit, tapi unik. Jadikanlah mereka sebagai sarana untuk membuat kita lebih kuat dan bijak dalam menjalani kehidupan. Mereka adalah sparing partner yang hebat. Peluang bagi kita untuk belajar fokus pada pekerjaan, bukan pada orang.

Peluang untuk mempelajari keberagaman kepribadian orang dan bagaimana menghadapinya. Ingat, nakhoda ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang pernah menyulitkan hidup Anda, karena justru merekalah yang membentuk Anda menjadi hebat seperti sekarang. Selamat berinteraksi dengan orang-orang unik. Salam.

Comments are closed.

Kategori
Pengunjung