Panel Staff

RESPONSIBILITY

Hidup adalah pilihan. Menjadi bertangggung jawab, berarti semua orang harus siap bertanggung atas konsekwensi dari setiap pilihan tersebut. Responsibility adalah respon lansung seseorang untuk mengambil resiko dan menerima konsekwensi dari setiap pilihan hidup yang diambil. Karakter Responsibility tidak digerakkan oleh stimulant luar, tetapi digerakkan dari dalam diri (internal). Karakter Responsibility terpatri dalam diri seseorang terbentuk dari pendidikan, pengalaman, pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat dimana dia tinggal. Responsibility akan menjadi penentu “martabat” seseorang baik dalam konteks sosial maupun teologis. Menjadi tolok ukur “maqam” seseorang dimata manusia dan di hadapan Tuhan YME.

Beberapa pilihan hidup ada yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan ada pula yang di luar kesadaran kita, atau saat kita sedang “buta”. Apapun itu, kita tetap harus bertanggung jawab. Mahatma Ghandi berkata: “Blaming the wolf would not help the sheep much. The sheep must learn not to fall into the clutches of the wolf”. Seseorang yang berkarakter tidak pernah menyalahkan orang lain dari tindakan yang telah dipilihnya. Dia tidak mengatakan “kondisinya jadi begini, tapi ini bukan salah saya, sehingga saya tidak bisa bertangggung jawab”. Tidak juga hanya minta maaf, “saya minta maaf, saya sedang khilaf dan tidak sengaja, sehingga saya tidak bisa bertanggung jawab”. Bukan juga mengaitkan perilakunya dengan perilaku orang lain dengan mengatakan, “saya melakukan ini karena Anda telah melakukan ini, sehingga saya lepas tangan”. Seseorang yang berkarakter akan tetap mengatakan, “Ini adalah pilihan saya dan saya bertanggung jawab atas segala konsekwensinya”.

Responsibility ada beberapa dimensi.

Pertama adalah terhadap dirinya sendiri. Everyone is responsible for the development of his or her personal character. Setiap manusia yang sudah akil baligh akan diminta pertanggung jawabannya oleh Tuhan. Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan semua pilihan hidupnya. Manusia tidak bisa membebani orang lain untuk memikul dosanya, dan tidak juga dosa orang lain bisa dipikulkan keatas pundaknya. Jadi dalam agama tidak dibenarkan menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam. Allah berfirman dalam Alquran, setiap kebaikan atau keburukan, sebijih zarrahpun akan dibalas oleh Allah SWT.

Kedua, Responsibility terhadap keluarga. The willingness to accept responsibility for one’s life is the source from which self-respect springs. Manusia menikah untuk mengambil sebuah tanggung jawab. Menikah itu dilaksanakan dengan nama Allah sehingga menimbulkan tanggung jawab besar. Terlepas dari alasan mengapa Anda menikah. Seorang laki-laki yang menikah akan mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Menetapkan visi, misi, tujuan, dan strategi dalam menjalankan kehidupan berkeluarga. Mendidik anak dan istrinya untuk senantiasa di jalan Allah dan menafkahinya lahir dan batin. Seorang wanita yang menikah mengambil tanggung jawab sebagai manajer rumah tangga, menjaga kehormatan suami dan keluarganya. Menjadi madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya. Suami dan istri, secara tim bertanggung jawab mendidik dan mengantarkan anak-anaknya menjadi manusia paripurna yang mandiri dan siap menjalani kehidupannya sendiri. Kelalaian dan kesalahan dalam menjalankan peran dan tugasnya masing-masing akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.

Ketiga, Responsibility terhadap masyarakat. Manusia hidup bekerja dengan kesepakatan tertentu, mengemban peran dan tugas tertentu, sehingga menimbulkan tanggung jawab tertentu pula. Menjalankan job deskripsi, melaksanakan SOP, taat pada aturan, mengatur waktu, bekerja dalam tim, mencapai tujuan, rajin, jujur, amanah, dan sebagainya adalah bagian dari tanggung jawabnya. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia juga memiliki peran dan tugas tertentu. Menjalankan peran dan kewajiban legal dan moral dalam masyarakat, berinteraksi dalam bermasyarakat berdasarkan prinsip-prinsip agama, etika universal, dan adat istiadat setempat. Bahkan, menjadi bagian dari solusi masalah adalah bagian dari tanggung jawab bermasyarakat dan juga tergerak membela kebenaran dan melawan kebatilan. Winston Churchill berkata, “If you are not part of the solution, you are part of the problem. The price of greatness is responsibility.” Selanjutnya, Luther King, Jr. mengatakan, “To ignore evil is to become an accomplice to it”. Rasulullah bersabda, “Kamu semua adalah pemelihara, dan setiap kamu bertanggungjawab atas peliharaannya”. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”. Tanggung jawab seseorang berkaitan erat dengan peran, tugas dan kewajiban yang dibebankan padanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat maka semakin tinggi pula tanggungjawabnya.

Keempat, Responsibility terhadap Tuhan. Manusia sebagai mahluk, memiliki tanggung jawab menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan melalui Al-Kitab. Setiap Agama memiliki aturan tersendiri yang mengatur kehidupan manusia secara horizontal yaitu sesama mahluk dan secara vertikal yaitu adab dan kewajiban manusia beribadah kepada Tuhannya. Proses peradilan terhadap para koruptor yang sulit untuk bersih saja dapat dijadikan sebagai cermin dari responsibility. Seseorang yang hanya ikut tanda tangan saja dimintai pertanggung jawaban. Bahkan ada pejabat yang hanya tahu saja, tetap dimintai pertanggung jawaban karena dianggap membiarkan suatu kejahatan berlangsung. Pengadilan Tuhan nanti di Yaumil Akhir sangatlah bersih dan adil. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam dan mencari alasan pembenar. Malaikat mencatat setiap kejadian sangatlah detail. Seluruh anggota tubuh nanti menjadi saksi. Pengadilan Tuhan benar-benar transparan, bersih dan adil.

Hidup adalah penuh pilihan. Menjadi bertangung jawab berarti bertanggung jawab atas konsekwensi setiap pilihan. Laksanakan peran dan tugas Anda, lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, kendalikan diri, menerima dan memenuhi kewajiban legal dan moral, jangan menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam. Bertanggung jawablah penuh terhadap hidup Anda. I am in charge of my life.

Comments are closed.

Kategori
Pengunjung