Panel Staff

Selamat Datang

Selamat datang di Cendekia Homeschooling

Alamat Kantor Pusat: GREEN APRILLIA ESTATE GA II KAV 01,
AMBARKETAWANG, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA.

Menerima Pendaftaran Siswa Baru tahun Ajaran 2014 (dapatkan Discount 10 % bagi yang mendaftar pada bulan ini):

SD kelas 4, 5, dan 6.

SMP kelas 1, 2, dan 3.

SMA kelas 1, 2, dan 3 jurusan IPA dan IPS.

Informasi dan Pendaftaran, hubungi:

0274 4530058

Website resmi: www.cendekiahomeschooling.com

Mau sekolah di rumah (homeschooling)? Ya di Cendekia Homeschooling (CHS) saja. Jangan salah pilih. Kenapa harus di CHS? Ya, alasannya: Biaya sangat terjangkau, pelayanan memuaskan, kurikulum sesuai dengan KTSP, dan ditangani oleh tenaga pendidik yang kompeten, serta memiliki pengalaman di bidangnya. Sudah memiliki Legalitas resmi dari Departemen Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman.

RESPONSIBILITY

Hidup adalah pilihan. Menjadi bertangggung jawab, berarti semua orang harus siap bertanggung atas konsekwensi dari setiap pilihan tersebut. Responsibility adalah respon lansung seseorang untuk mengambil resiko dan menerima konsekwensi dari setiap pilihan hidup yang diambil. Karakter Responsibility tidak digerakkan oleh stimulant luar, tetapi digerakkan dari dalam diri (internal). Karakter Responsibility terpatri dalam diri seseorang terbentuk dari pendidikan, pengalaman, pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat dimana dia tinggal. Responsibility akan menjadi penentu “martabat” seseorang baik dalam konteks sosial maupun teologis. Menjadi tolok ukur “maqam” seseorang dimata manusia dan di hadapan Tuhan YME.

Beberapa pilihan hidup ada yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan ada pula yang di luar kesadaran kita, atau saat kita sedang “buta”. Apapun itu, kita tetap harus bertanggung jawab. Mahatma Ghandi berkata: “Blaming the wolf would not help the sheep much. The sheep must learn not to fall into the clutches of the wolf”. Seseorang yang berkarakter tidak pernah menyalahkan orang lain dari tindakan yang telah dipilihnya. Dia tidak mengatakan “kondisinya jadi begini, tapi ini bukan salah saya, sehingga saya tidak bisa bertangggung jawab”. Tidak juga hanya minta maaf, “saya minta maaf, saya sedang khilaf dan tidak sengaja, sehingga saya tidak bisa bertanggung jawab”. Bukan juga mengaitkan perilakunya dengan perilaku orang lain dengan mengatakan, “saya melakukan ini karena Anda telah melakukan ini, sehingga saya lepas tangan”. Seseorang yang berkarakter akan tetap mengatakan, “Ini adalah pilihan saya dan saya bertanggung jawab atas segala konsekwensinya”.

Responsibility ada beberapa dimensi.

Pertama adalah terhadap dirinya sendiri. Everyone is responsible for the development of his or her personal character. Setiap manusia yang sudah akil baligh akan diminta pertanggung jawabannya oleh Tuhan. Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan semua pilihan hidupnya. Manusia tidak bisa membebani orang lain untuk memikul dosanya, dan tidak juga dosa orang lain bisa dipikulkan keatas pundaknya. Jadi dalam agama tidak dibenarkan menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam. Allah berfirman dalam Alquran, setiap kebaikan atau keburukan, sebijih zarrahpun akan dibalas oleh Allah SWT.

Kedua, Responsibility terhadap keluarga. The willingness to accept responsibility for one’s life is the source from which self-respect springs. Manusia menikah untuk mengambil sebuah tanggung jawab. Menikah itu dilaksanakan dengan nama Allah sehingga menimbulkan tanggung jawab besar. Terlepas dari alasan mengapa Anda menikah. Seorang laki-laki yang menikah akan mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Menetapkan visi, misi, tujuan, dan strategi dalam menjalankan kehidupan berkeluarga. Mendidik anak dan istrinya untuk senantiasa di jalan Allah dan menafkahinya lahir dan batin. Seorang wanita yang menikah mengambil tanggung jawab sebagai manajer rumah tangga, menjaga kehormatan suami dan keluarganya. Menjadi madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya. Suami dan istri, secara tim bertanggung jawab mendidik dan mengantarkan anak-anaknya menjadi manusia paripurna yang mandiri dan siap menjalani kehidupannya sendiri. Kelalaian dan kesalahan dalam menjalankan peran dan tugasnya masing-masing akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.

Ketiga, Responsibility terhadap masyarakat. Manusia hidup bekerja dengan kesepakatan tertentu, mengemban peran dan tugas tertentu, sehingga menimbulkan tanggung jawab tertentu pula. Menjalankan job deskripsi, melaksanakan SOP, taat pada aturan, mengatur waktu, bekerja dalam tim, mencapai tujuan, rajin, jujur, amanah, dan sebagainya adalah bagian dari tanggung jawabnya. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia juga memiliki peran dan tugas tertentu. Menjalankan peran dan kewajiban legal dan moral dalam masyarakat, berinteraksi dalam bermasyarakat berdasarkan prinsip-prinsip agama, etika universal, dan adat istiadat setempat. Bahkan, menjadi bagian dari solusi masalah adalah bagian dari tanggung jawab bermasyarakat dan juga tergerak membela kebenaran dan melawan kebatilan. Winston Churchill berkata, “If you are not part of the solution, you are part of the problem. The price of greatness is responsibility.” Selanjutnya, Luther King, Jr. mengatakan, “To ignore evil is to become an accomplice to it”. Rasulullah bersabda, “Kamu semua adalah pemelihara, dan setiap kamu bertanggungjawab atas peliharaannya”. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”. Tanggung jawab seseorang berkaitan erat dengan peran, tugas dan kewajiban yang dibebankan padanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat maka semakin tinggi pula tanggungjawabnya.

Keempat, Responsibility terhadap Tuhan. Manusia sebagai mahluk, memiliki tanggung jawab menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan melalui Al-Kitab. Setiap Agama memiliki aturan tersendiri yang mengatur kehidupan manusia secara horizontal yaitu sesama mahluk dan secara vertikal yaitu adab dan kewajiban manusia beribadah kepada Tuhannya. Proses peradilan terhadap para koruptor yang sulit untuk bersih saja dapat dijadikan sebagai cermin dari responsibility. Seseorang yang hanya ikut tanda tangan saja dimintai pertanggung jawaban. Bahkan ada pejabat yang hanya tahu saja, tetap dimintai pertanggung jawaban karena dianggap membiarkan suatu kejahatan berlangsung. Pengadilan Tuhan nanti di Yaumil Akhir sangatlah bersih dan adil. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam dan mencari alasan pembenar. Malaikat mencatat setiap kejadian sangatlah detail. Seluruh anggota tubuh nanti menjadi saksi. Pengadilan Tuhan benar-benar transparan, bersih dan adil.

Hidup adalah penuh pilihan. Menjadi bertangung jawab berarti bertanggung jawab atas konsekwensi setiap pilihan. Laksanakan peran dan tugas Anda, lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, kendalikan diri, menerima dan memenuhi kewajiban legal dan moral, jangan menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam. Bertanggung jawablah penuh terhadap hidup Anda. I am in charge of my life.

Suasana Ujian Nasional 2014

Suasana Ujian Nasional 2014 untuk jenjang SMP:

kantor

IMG_8179_exposure

IMG_8180_exposure

IMG_8170_exposure

BERTANYA ITU CERDAS

Almarhum Ibu saya adalah guru terbaik dalam hidup saya. Beliau mengajarkan saya pentingnya bertanya daripada bercerita. Antusias mendengarkan orang lain daripada berbicara. Saat pulang sekolah, biasanya saya duduk di meja makan dekat dapur sambil menunggu Ibu menyiapkan makan siang. Saya bercerita tentang kejadian-kejadian hari itu di sekolah. “Hm, terus?” Saya antusias melanjutkan cerita tentang kegiatan saya hari itu. “Hm, luar biasa, lalu? Saya kembali nyerocos bercerita. Setiap hari saya tidak sabar bergegas segera pulang, hanya untuk bercerita lagi kepada Ibu saya. Saya merasa dihargai, diterima dan dekat dengan beliau. Sungguh ini pelajaran yang luar biasa.

Saya menerapkan keterampilan bertanya ini sampai saat ini. Saya selalu antusias mendengarkan anak-anak saya bercerita, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Mereka jadi percaya diri bercerita apapun tanpa rasa takut. Takut tidak penting, disalahkan, dimarahi, dihakimi, diceramahi, dihujat, dan lain sebagainya. Mereka jadi dekat dengan saya. Pada sesi konsultasi dalam banyak pelatihan yang sering saya lakukan, saya sangat takjub dengan dampak dari keterampilan ini. Banyak sekali ide-ide kreatif dan solusi unik yang pas buat client, justru saya temukan dari cerita-cerita dan ungkapan-ungkapan perasaan mereka. Bukan dari ilmu pengetahuan yang ada di otak saya. Dan itu sungguh meningkatkan kekayaan intelektual saya dan menambah jam terbang pengalaman saya.

Bertanya akan memindahkan energi positif Anda kepada orang lain. Menimbulkan perasaan diterima dan harga diri orang lain, dan pada saat yang sama Anda memperoleh apa yang Anda butuhkan dan inginkan. Sebuah perintah sekalipun akan terasa berbeda penerimaannya apabila dikemas dalam pertanyaan sederhana. Seorang pramugari pernah mendekati saya dan mencondongkan tubuhnya kearah saya, tersenyum dan bertanya, “Apakah kursinya sudah ditegakkan, Bapak?” Sungguh sebuah perintah yang enak didengar dan dengan senang hati saya lakukan.

Tentu saja tidak semua pertanyaan adalah baik. Bertanya disini bukan untuk mencari perhatian, menguji kemampuan intelektual orang lain, memojokkan, menginterogasi, mempermalukan, dan merendahkan orang lain. Bertanya yang dimaksud disini adalah menghargai orang lain, memberi sikap penerimaan, berpusat pada orang lain dan bukan pada diri sendiri. Bertanya juga untuk belajar, menegaskan apa yang sudah Anda ketahui, menguji apa yang Anda pikirkan, mencairkan suasana dan masuk secara pribadi pada orang lain. Anda perlu mengasah keterampilan bertanya dan menjadi inisiator untuk mengajukan pertanyaan kepada siapapun. Pimpinan, rekan kerja, anak buah, dan client Anda.

Sungguh menakjubkan, ternyata banyak sekali ilmu, peluang, dan ide-ide kreatif justru muncul dari mengajukan pertanyaan, bukan bercerita. Bertanya membuat Anda memperoleh informasi-informasi baru, data-data terkini, menghindari salah intrepretasi, menghilangkan prasangka, meluruskan, mengkonfirmasi, memecahkan masalah, dan mengkaji secara tepat persepsi, perasaan, sikap dan posisi orang lain. Itulah kenapa orang yang sukses adalah orang yang lebih banyak bertanya daripada bercerita. Mendengar daripada berbicara. Kalau Anda punya pikiran bertanya itu “tampak bodoh”, Anda salah besar. Bertanya itu “cerdas”.

Tidak Ada Orang Sulit, Tapi Unik

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita menghadapi orang yang kita anggap sulit. Mereka adalah yang sering menyulitkan urusan kita. Misalnya, tidak mau bekerjasama, kaku, keras kepala, menolak mengakui kesalahan, menghalangi tujuan, tidak terbuka, menyerang secara terbuka, mendominasi pembicaraan, komitmennya tidak jelas dan lain sebagainya. Orang-orang seperti ini sering kita temui dalam interaksi kita dengan masyarakat. Respon spontan kita adalah kita menghindari berinteraksi dengan orang-orang seperti ini. Bukan karena kita benci atau tidak suka, tetapi semata-mata karena kita menghargai diri kita sendiri dan dalam upaya menghindari masalah. Itu manusiawi.

Semua diantara kita memiliki kecenderungan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan sistem nilai dengan kita. Namun sayang sekali, karena tuntutan pekerjaan, kepentingan dan kebutuhan, seringkali kita tetap harus berinteraksi dengan mereka. Jurus pertama dan utama menghadapi orang sulit adalah dengan menanamkan di otak kita, bahwa sebenarnya tidak ada orang sulit, tapi unik.

Guru saya pernah berkata, jangan gampang menilai atau menghakimi orang lain, karena kamu tidak tahu apa yang telah mereka alami. Andaikan kita mengalami seperti yang dia alami sangat mungkin kita akan berperilaku yang sama. Bahkan mungkin lebih parah lagi. Setiap orang lahir secara genetis membawa sifat-sifat orangtuanya dan membentuk kepribadiannya. Kemudian diperkaya oleh lingkungan keluarga dimana dia dibesarkan dan lingkungan masyarakat dimana dia tinggal. Ditambah lagi dengan pengalaman-pengalaman unik hidupnya. Itulah yang menyebabkan setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang unik.

Ada orang yang extrovert, suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, berfokus pada dunia luar dan action oriented. Disisi lain ada yang introvert, senang menyendiri, mengurung diri, merenung dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.

Ada yang yang kongkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya, sehingga mereka adalah perencana teknis yang detail aplikatif dan terkesan rewel dan status quo. Disisi lain ada yang abstrak, konseptual, imajinatif, kreatif, inovatif sehingga mereka adalah konseptor yang hebat dan terkesan tidak realistis dan pemimpi.

Ada yang logis, analitis, objektif dalam mengambil keputusan, sehinggat terkesan kaku dan keras kepala. Disisi lain ada yang melibatkan perasaan, empati, harmoni, akomodatif, dan subjektif sehingga terkesan memihak atau tidak tegas.

Ada juga yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat), tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Disisi lain ada yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, bertindak secara acak dan ketidakpastian atau perubahan malah membuat mereka bergairah.

Para ahli mencatat bahwa perpaduan dari beberapa kepribadian utama tersebut akan menghasilkan banyak kombinasi yang sebenarnya sulit dideteksi. Meskipun demikian, untuk alasan kepraktisan, Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers secara garis besar pernah menggolongkan kepribadian menjadi 16 jenis, berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung. Tapi tulisan ini tidak untuk menjelaskan kepribadian, melainkan penyadaran bagi kita bahwa manusia itu unik.

Perbedaan kepribadian bisa menyebabkan perbedaan sikap, perilaku, bahasa, kepentingan, kebutuhan dan pendapat. Itu semua berpotensi menimbulkan konflik. Bayangkan kalo Anda sedang berurusan dengan orang-orang yang berseberangan kepribadiannya dengan Anda. Apakah Anda akan menghakimi dia sebagai orang sulit? Padahal, pada saat yang sama bisa jadi Anda juga di “cap” sebagai orang sulit oleh orang tersebut. Untuk itu kita semua berpotensi menjadi orang sulit bagi orang lain. Bahkan ada sebuah situasi tertentu yang bisa membentuk orang tiba-tiba menjadi sulit. Seseorang yang terancam hidupnya bisa saja mampu berbuat apa saja yang menyulitkan orang lain. Seseorang yang menyerang orang lain bisa jadi karena dia sendiri sedang dalam keadaan takut, cemas dan tertekan.

Penting untuk dicatat, bahwa sebuah situasi tertentu mampu dengan cepat merubah kepribadian tertentu. Tapi kepribadian tersebut akan kembali normal begitu situasinya normal kembali.
Ada beberapa tips saat menemui orang yang kita anggap sulit.

Pertama, mulailah membaca dan mengenali situasi. Jangan terjebak dengan kompleksitas masalah orang lain, tetap objektif dan jangan tertular oleh sikap atau emosi negatif orang lain. Menjaga diri dari berprasangka dan tetap senantiasa berfikir positif.

Kedua, empathy berusaha memahami sudut pandang, kebutuhan dan kepentingan orang lain. Mengakui dan menerima apa yang mereka rasakan, namun tidak berarti Anda harus menyetujuinya.

Ketiga, jangan pernah berpikiran untuk merubah orang lain menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan. Anda hanya perlu memahami kebutuhan yang sebenarnya dan mencatat secara cermat point-pointnya untuk kemudian melakukan beberapa penyesuaian dengan tujuan dan kebutuhan Anda.

Keempat, sampaikan posisi, kepentingan dan kebutuhan Anda dengan tegas dengan tetap menghormati dan mengakui kepentingan dan kebutuhan orang lain. Mulailah dengan membantu orang lain menemukan jalan keluar terbaik agar kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara optimal. Namun disisi lain secara elegant Anda menyampaikan pesan kuat akan pentingnya orang tersebut mengakomodir kepentingan dan kebutuhan Anda.

Kelima, tatap matanya dengan penuh kasih. Tunjukkan kebeningan hati Anda. Mata adalah jendela jiwa. Orang yang sehat (tidak sedang sakit jiwa) akan mampu menangkap ketulusan hati Anda. Itu akan membuat dia percaya dan siap menyelesaikan masalah dengan damai win-win solution.

Mari kita mulai bijak menghadapi orang-orang yang dianggap sulit. Mereka tidak sulit, tapi unik. Jadikanlah mereka sebagai sarana untuk membuat kita lebih kuat dan bijak dalam menjalani kehidupan. Mereka adalah sparing partner yang hebat. Peluang bagi kita untuk belajar fokus pada pekerjaan, bukan pada orang.

Peluang untuk mempelajari keberagaman kepribadian orang dan bagaimana menghadapinya. Ingat, nakhoda ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang pernah menyulitkan hidup Anda, karena justru merekalah yang membentuk Anda menjadi hebat seperti sekarang. Selamat berinteraksi dengan orang-orang unik. Salam.

Bahagia Bebas Nomophobia

Smartphone sudah menjadi bagian dari hidup hampir semua masyarakat modern. Mereka berkomunikasi, berbagi cerita, bergosip, cari hiburan, lihat berita, dan bahkan curhat lewat smartphone. Facebook, twitter, istagram, skype, google+, YM, line, whatsapp, path, skype, kakao talk, wechat, messageme, dan masih banyak lainnya, turut mempersubur ketergantungan masyarakat modern terhadap smartphone. Apalagi bulan November 2013, jutaan penggguna smartphone di dunia sudah bisa menikmati BBM. Dunia smartphone pun menjadi semakin menggoda. Banyaknya smartphone murah meriah dan service provider menawarkan paket data 5 ribu dan 10 ribu membuat gaya hidup seperti ini juga menjangkiti pelajar, mahasiswa, blue collar (pekerja kasar), dan masyarakat kelas bawah.

Mereka tidak bisa hidup bahagia tanpa smartphone dan alat-alat pendukungnya. Mood mereka bisa berubah buruk jika masuk daerah yang tidak didukung 3G. Mereka bisa panik jika telponnya ketinggalan. Mereka bisa menjadi cemas luar biasa jika smartphone low bat dan berubah menjadi ketakutan jika mereka lupa bawa charger dan powerbank. Mereka bisa sangat murung jika smartphone nya kehabisan pulsa. Mereka bisa menjadi emosional begitu smartphone nya tidak berfungsi. Dua bulan menunggu perbaikan klaim asuransi, bisa menjadi masa yang sangat buruk. Sangat tidak membahagiakan. Mereka tidak bisa tahu kabar dari teman-teman facebook nya. Tidak bisa melihat timeline teman twitter nya. Tidak bisa bercerita lewat foto dengan teman instagram nya. Tidak bisa curhat dengan teman BB nya. Tidak bisa senyum-senyum melihat moment teman path nya, dan lain sebagainya. Akhirnya, kebahagiaan mereka betul-betul sangat bergantung pada gadget yang bernama smartphone.

Jika Anda termasuk kategori yang tidak bahagia, cemas dan takut jika terganggu atau tidak bisa mengakses Mobile phone, Anda harus mulai waspada. Karena Anda sudah mengidap salah satu jenis kelainan psikologis OCD (Obsessive Compulsive Dissorder) yang disebut “NOMOPHOBIA” (no mobile phone phobia). Studi tentang nomophobia pertama dilakukan di Inggris. Hasil survey SecurEnvoy bulan februari 2012 menemukan 66% masyarakat di Inggris mengidap nomophobia. Dan ternyata 70% wanita menyatakan sangat cemas kalau berjauhan dengan ponselnya. Kondisi tersebut tentu tidak jauh berbeda dengan belahan dunia lainnya. Prosentase pengidap nomophobia pada tahun 2014 diperkirakan sudah mencapai 85%. Apalagi untuk bangsa di Asia yang dikenal lebih kekeluargaan dan harmony.

Apakah Anda termasuk pengidap Nomophobia? Kemungkinan besar jawabannya adalah iya. Tinggal kadarnya saja. Apakah masih stadium satu atau sudah stadium tiga. Kelainan psikologis ini jangan dianggap biasa. Setiap kelainan jiwa harus disembuhkan. Dampaknya sangat berbahaya. Mulai dari Ibu rumah tangga menggoreng ikan sampai gosong karena nomophobia, sampai dengan renggangnya hubungan dengan anak dan pasangan. Curhat yang berlebihan berupa picture, status, lagu yang sedang didengar adalah media pengungkapan rahasia hati yang sebenarnya bersifat privacy dan tidak boleh sembarang orang tahu. Bahkan ada yang kebablasan menjadi pengungkapan aib diri dan keluarganya. Ajang pamer dan riyak dalam berbuat kebajikan. Sampai saat umrohpun lebih banyak berbagi picture daripada jumlah tawafnya selama di tanah suci. Mempersubur wanita yang mengidap penyakit exhibitionism. Mempersubur wanita/pria yang punya penyakit narcism. Camera360 telah membangun kecantikan/ketampanan artificial yang semu dan menipu diri sendiri. Media sosial telah menjadi pelampiasan dan pelepasan rasa galau yang salah alamat dan salah arah.

Hasil survey juga membuktikan bahwa karyawan menurun kinerjanya karena nomophobia dan para pelajar menurun prestasi belajarnya. Singkat kata, penyakit ini harus disembuhkan. Kabar baiknya adalah, Anda bisa menterapi diri Anda sendiri dan pelan-pelan terbebas dari nomophobia.

Menyembuhkan nomophobia dimulai dengan menggunakan smartphone seperlunya secara terus menerus dan mulai menambah kepekaan dan kegairahan berinteraksi dengan sahabat, kerabat, sanak family dan keluarga secara fisik, daripada asyik dengan teman-teman virtual.

Berikut ini beberapa tips menyembuhkan nomophobia.
Pertama, mematikan smartphone saat tidur; mematikan akses wifi dan mobile data selama Anda bekerja di kantor dan meeting; mematikan akses wifi dan mobile data selama bercengkerama dengan keluarga di rumah.
Kedua, punya nyali mengurangi media sosial yang diikuti dan mengurangi jumlah teman virtualnya. Misalnya menutup beberapa account media sosial dan menyisakan satu atau dua saja. Saya punya pengalaman menutup account facebook tiga tahun yang lalu dan beberapa account media sosial lainnya. Membatasi teman BB hanya pada mitra bisnis, sahabat dan keluarga dekat saja dan twitter hanya sebagai media komunikasi dengan mahasiswa. Meskipun awalnya berat dan merasa terkungkung, ternyata akhirnya malah bermakna membebaskan.
Ketiga, jika ada waktu luang, gunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat daripada memplototi smartphone, seperti berolahraga, membaca, mengerjakan hobi, bercanda dengan anak, bercengkerama dengan suami/istri, dan lain sebagainya.
Keempat, mulai berani menerapkan “wifi and mobile data free day” setiap hari sabtu dan minggu. Jadi Anda hanya bisa akses dan diakses sms dan telp, tapi Anda terbebas dari media sosial.
Kelima, mendekatkan diri kepada Tuhan. Curhat justru kepada Tuhan. Berdoa dan berharap Inayah dan RahmatNya. Bukan malah curhat pada teman virtual, buka aib diri kepada teman virtual. Sebagian dari mereka sebenarnya malah senang dengan setiap penderitaan yang tersingkap dan kecewa dan iri dengan setiap kesenangan yang terungkap.
Keenam, bersabarlah menahan kecemasan dan ketakutan selama menerapkan tips-tips diatas. Perubahan itu akarnya pahit tapi buahnya manis.

Jika teori Stephen R. Covey ( The 7 habits) menyebutkan perubahan perilaku membutuhkan pembiasaan selama 14 hari, ternyata saya membutuhkan lebih lama, yaitu 1 bulan. Saya optimis Anda bisa lebih cepat lagi. Gunakan smartphone seperlunya untuk hal-hal yang positif. Pastikan smartphone hanya sebagai alat untuk akselerasi bisnis dan media untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri Anda. Jangan naïf menggantungkan kebahagiaan Anda hanya pada smartphone. Selamat mencoba. Selamat terbebas dari nomophobia dan selamat menikmati kebahagiaan sejati.

Ekspresi Wajah adalah Pilihan

Wajah Anda berbicara lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya. Pada saat orang berjumpa dengan Anda, maka wajahlah yang pertama dilihat. Wajah Anda menjadi tempat pertama bagi mereka untuk memutuskan, apakah mereka akan menyukai, percaya dan mengingat Anda. Oleh karena itu jangan pernah sembarangan mengekspresikan wajah. Ia menjadi pintu pertama dan utama bagi Anda untuk masuk kedalam pikiran orang lain.

Mengirimkan pesan kuat tentang siapa Anda dan bagaimana ketulusan dan kebeningan hati Anda. Memiliki ekspresi wajah yang berseri-seri adalah ibadah utama yang dicontohkan Rasul sepanjang hidupnya. Salah satu indikator utama istri solehah adalah kalau dipandang menentramkan jiwa. Bahkan Allah dalam hadits Qudsi berfirman, salah satu ciri penghuni sorga adalah ekspresi wajahnya selalu berseri-seri. Jadi kalau Anda mendapati seseorang yang mukanya selalu masam, InsyaAllah dia adalah calon penghuni neraka.

Pilihan Ekspresi wajah menunjukkan pilihan hidup anda. Apakah Anda menganggap hidup ini penuh dengan penderitaan sehingga muka Anda masam dan bertekuk-tekuk, atau hidup adalah anugerah yang penuh dengan karunia dan nikmat yang harus disyukuri? Kabar baiknya adalah Anda bebas menentukan Ekspresi wajah Anda sendiri. Lady Diana adalah seorang putri kerajaan Inggris yang banyak sekali cobaan dalam hidupnya.

Tetapi Dia tetap memilih untuk selalu tersenyum mengekspresikan ketulusan dan kebeningan hatinya. Ekspresi wajahnya yang selalu menebar senyum menjadikannya putri bagi setiap hati pemujanya di seluruh dunia. Bunda Theresa memiliki senyuman yang mampu menentramkan hati dan menjadi pelipur lara semua penderita kusta di India.

Mengapa ekspresi wajah mereka bisa menyenangkan hati? Apakah mereka tidak pernah risau hatinya? Jawabannya adalah mereka tetap manusia yang penuh dengan ujian dan cobaan. Tetapi mereka memilih tetap berdamai dengan dirinya, ikhlas terhadap apapun keputusan Tuhan untukya, dan tetap memilih ekspresi wajah yang menyenangkan dengan menebar senyum pada semua orang di setiap waktu.

Ekspresi wajah standard adalah tersenyum. Studi psychonuroimmonology membuktikan bahwa senyum menggerakkan 44 otot. Mengaktifkan sel T utk melawan virus. Meningkatkan endorpin penggerak suasana hati dan mengurangi kortisol, zat-zat kimia yang mengindikasikan stres dalam tubuh. Senyum adalah adalah operasi plastik instan yang akan membuat Anda tampak mempesona.

Sebuah penelitian melaporkan, para wanita yang tersenyum dalam foto wisuda mereka, mempunyai kehidupan yang lebih bahagia, perkawinan yang lebih bahagia, dan lebih sedikit kendala dalam 30 tahun berikutnya. Hasil penelitian yang lain menunjukkan bahwa senyum meningkatkan kualitas suara dengan membuka larynk dan esopaghus serta meningkatkan resonansi.

Oleh karena itu dalam setiap sesi pelatihan tentang komunikasi, saya selalu menekankan agar berbicara selalu dalam keadaan tersenyum. Bahkan saat bicara lewat telpon sekalipun. Tersenyum membuat semua urusan terasa lebih mudah. Lawan bicara akan menangkap energi positif Anda dan mencairkan segala kebekuan.
Sebuah senyuman menjadi obat penenang alami yang ampuh.

Hasil penelitian menunjukkan, tanpa stimulus bayi rata-rata tersenyum 72 kali sehari untuk keseimbangan jiwanya. Untuk itu orang dewasa paling tidak harus tersenyum 72 kali sehari untuk kesehatan jiwanya. Apabila Anda sedang sedih datanglah pada orang yang optimism, mampu menangkap sisi positif dari setiap kejadian dan mampu membuat Anda tersenyum.

Dengarkanlah lagu yang bisa membuat Anda bangkit dan tetap optimis. Bukan terjebak menghayati lagu-lagu cengeng mendayu-dayu yang hanya akan membuat Anda semakin terpuruk. Orang bijak berkata, musik itu indah. Kalo Anda merasa bahwa hidup ini penuh beban pasti Anda tidak pernah mendengarkan musik atau salah memilih lagu.

Ekspresi wajah adalah pilihan hidup. Jauh lebih mudah menjalani hidup apabila kita memilih ekspresi wajah yang selalu berseri-seri. Anda berhak bahagia. Jangan ada sesuatupun atau siapapun yang merebut kebahagiaan Anda. Ada tiga rahasia untuk tetap bahagia dengan senyum terus mengembang.

Pertama, pandai-pandailah mengambil hikmah dari setiap Qudrat (kekuasaan) dan Iradat (Kehendak)Tuhan. Masa lalu adalah sesuatu yang sudah given dan waktu tidak bisa diputar ulang. Kalo nasi sudah menjadi bubur, maka bubur tidak bisa kembali menjadi nasi. Kita hanya bisa membuat bubur yang paling enak. Jangan menolak ketetapan Tuhan. Belajarlah ikhlas menerima dan berdamai dengan diri sendiri.

Kedua, selalu sibuk mensyukuri karunia dan nikmat Tuhan yang tidak terbilang hari ini. Kita hanya hidup di hari ini. Kita lahir tidak bawa apa-apa. Nanti meninggal juga tidak bawa apa-apa. Semua yang kita punya adalah titipan dan amanah Tuhan. Jangan terlalu bangga dan sombong dengan apa yang kita miliki sekarang (suami/istri, anak, harta, kekuasaan, dan lain sebagainya). Karena besok belum tentu masih milik kita. Jangan terlalu sedih terhadap apa yang luput dari harapan, karena hari esok sangat mungkin Tuhan memberikan sesuatu yang malah melebihi harapan.

Ketiga, jangan terlalu mencemaskan masa depan, karena itu adalah urusan Tuhan bukan mahluk. Kita hanya berusaha berikhtiar yang terbaik di saat ini. Hasilnya tetap hanya rahasia Tuhan. Jangankan manusia, malaikatpun tidak berdaya akan Qudrat dan Iradat Tuhan. Kalo ada Jin mengaku tahu, itu hanya menipu dan kebohongan yang nyata. Life is temporary – so if going good – enjoy it. If going bad – don’t worry. Mari kita jadikan dunia ini sebagai ladang rezeki sekaligus ladang amal, hanya dengan ekspresi wajah yang selalu berseri-seri.

Jadilah Orang Pertama yang Berinisiatif

Hidup Anda adalah milik Anda ketika Anda berinisiatif. Hidup Anda menjadi milik orang lain ketika Anda tidak berinisiatif. Putri saya baru berusia 8 tahun tetapi saat bermain di sore hari dia memiliki banyak follower yang berusia dua sampai tiga tahun diatasnya.

Hal itu terjadi karena putri saya berani berinisiatif mengajak memulai sebuah permainan, sehingga yang lainnya otomatis menjadi follower. Saat saya mengajar leadership, seringkali saya meminta beberapa mahasiswa maju membentuk satu lajur barisan. Terus saya meminta siapa yang bersedia berada didepan. Biasanya mahasiswa ragu berada didepan.

Saya harus berulang-ulang meminta siapa diantara mereka yang bersedia berada paling depan. Pada saat ada yang maju, saya meminta yang lain memegang pundak teman didepannya. Kemudian saya meminta mahasiswa yang paling depan bergerak dan yang lain mengikuti berjalan seperti kereta api berjalan.

Setelah selesai permainan, saya bertanya kepada mahasiswa yang paling depan, apa yang dia rasakan. Dia mengaku merasakan sensasi sebagai penentu arah dan senang karena pemandangan didepan berubah-ubah penuh warna. Sementara yang lain mengaku bingung dan kurang senang karena langkah-langkahnya bergantung pada orang.

Disamping itu mengaku stress karena pemandangan didepannya hanya kepala teman didepannya. Itulah gambaran nyata perbedaan antara yang berani berinisiatif dan yang tidak. Perbedaan antara leader dan follower.

Berinisiatif mengambil langkah pertama adalah karakter utama seorang leader. Jika Anda menunggu orang lain melakukannya, bisa jadi Anda akan menunggu selamanya. Bangsa Indonesia bisa jadi tidak seperti sekarang ini kalo menunggu pihak lain memberi kemerdekaan.

Pada saat jepang menyerah tanpa syarat dan terdapat kekosongan pemerintahan di Indonesia, beberapa tokoh muda yang dipimpin oleh soekarni, wikana, dan Chaerul Saleh, tanggal 16 Agustus 1945 jam 04.00 WIB, “menculik” Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Para tokoh muda ini mendesak untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu PPKI.

Golongan muda menganggap bahwa PPKI adalah badan bentukan Jepang, sehingga golongan muda khawatir Bung Karno dan Bung Hatta selaku ketua dan wakilnya terpengaruh dengan sikap Jepang. Jika hal ini terjadi, maka pemuda menganggap kemerdekaan yang sebenarnya merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia, menjadi seolah-olah merupakan pemberian Jepang.

Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, akhirnya dicapai kata sepakat proklamasi dilaksanakan keesokan harinya di rumah Bung Karno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Setelah proklamasi kemerdekaan tentu masih banyak masalah yang harus dihadapi. Belanda berkali-kali berusaha masuk lagi ke Indonesia, meredam perpecahan didalam, menyusun konstitusi, dan lain sebagainya, tetapi keberanian mengambil iniasitif menyatakan merdeka telah menentukan nasib dan harkat martabat bangsa ini.

Ada banyak sekali peluang dalam hidup yang menunggu Anda tangkap. Anda mestinya tidak membiarkannya berlalu tanpa berusaha mencobanya. Anda harus berani berinisiatif mengambil peluang-peluang ini sebelum Anda siap, sebelum Anda diundang, sebelum Anda ditemukan. Dengan menghitung jumlah menit dalam satu hari, terdapat 1.440 peluang yang Anda miliki.

Bahkan jika Anda tidur lebih banyak, anda masih memiliki 900 peluang setiap hari untuk memulai sesuatu. Misalnya berinisiatif menelpon seseorang, menulis sesuatu, menemui seseorang, membaca sesuatu, berani mengambil keputusan tertentu, berbicara dengan orang yang belum Anda kenal, mengerjakan sesuatu yang belum pernah Anda coba, dan lain sebagainya.

Coba bayangkan jika Anda memanfaatkan 10 peluang saja atau 0,011 % dari peluang yang Anda miliki untuk memulai sesuatu setiap harinya, InsyaAllah akan banyak keajaiban yang terjadi dalam hidup Anda. Peluang-peluang tersebut bisa jadi kecil ukurannya dan tidak selalu sempurna, tetapi Anda tetap harus mengambil inisiatif untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut.

Peluang-peluang ini tidak akan pernah hilang. Orang lain pasti akan mengambil peluang yang Anda abaikan. Jadi, segeralah berinisiatif memulai sesuatu. Lawan ketakutan, atasi keraguan dan lakukan dengan sungguh-sungguh dengan kemampuan terbaik Anda. Salam.

KENAPA TIDAK HOMESCHOOLING SAJA…..?

KENAPA TIDAK HOMESCHOOLING SAJA…..?

Banyak orang tua yang menghendaki anaknya bisa mengenyam pendidikan sekolah hingga Sarjana, Pasca Sarjana bahkan lebih tinggi lagi sampai meraih gelar doktor. Orang tua sangat berharap juga anaknya punya cita-cita setinggi langit.  Namun di tengah perjalanan mereka mengenyam pendidikan, ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Banyak di lingkungan kita, anak- anak yang tidak mau sekolah karena berbagai macam alasan, seperti sakit hati sehingga dendam dengan temannya, takut dengan temannya karena merasa terancam, mungkin juga tidak suka atau takut dengan gurunya, tidak suka dengan materi pelajaran yang dibarikan, atau alasan-alasan lain seperti menyangkut kesehatan atau alasan fisik, dll. Kerap kali hal seperti itu tidak terbayangkan sebelumnya oleh orang tua. Mengapa ? Karena orang tua yakin bahwa anak–anak mereka akan “baik-baik” saja dalam menuntut ilmu dan tidak akan menemukan masalah  dalam belajar.

“Ketidakpuasan” si anak tersebut kadang membuat anak malas dan enggan bersekolah yang akhirnya mengurung di kamar, tidak jelas akan melakukan aktifitas apa (tidak memiliki orientasi). Atas kejadian ini tentu saja orang tua menjadi resah, gelisah dan prihatin atas kondisi si anak meski mungkin sudah diupayakan pendekatan dengan si anak ataupun pihak sekolah. Terus bagaimana solusinya…?  Bagaimanapun kondisi si anak, mereka harus tetap sekolah mendapat materi pelajaran yang sesuai dengan jenjangnya.

Peran dan komitmen orang tua sangat dibutuhkan. Mereka kemudian memilih alternatif lain dalam hal belajar yaitu Homeschooling. Homeschooling menjadi tempat harapan orang tua untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak, mengembangkan nilai-nilai iman/agama dan moral serta mendapatkan suasana belajar yang menyenangkan (disesuaikan dengan keinginan anak).

Selain pemilihan materi dan standar pendidikan sekolah rumah, homeschooling bekerjasama dengan Diknas terkait tetap melaksanakan ujian nasional bagi siswa-siswanya untuk mendapatkan ijasah, dengan tujuan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Dalam perkembangannya, Homeschooling sudah diakui bahkan ijasahnya dapat digunakan untuk mendaftar ke sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Proses belajar mengajar ini juga mudah dan menyenangkan karena setiap bulan sudah disediakan jadwal sesuai dengan materinya di mana siswa dapat mengatur waktunya sendiri. Dalam kegiatan belajar, anak dibantu tutor yang berpengalaman dalam bidangnya.

Semoga siswa homeschooling mampu bersaing dengan siswa reguler dan mampu mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kelak menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif dan mandiri.

Jadi…..kenapa tidak Homeschooling saja….?

Kemajuan Homeschooling pada Masa Kini

ORANGTUA kerap menginginkan anak-anak mereka mendapat pendidikan bermutu yang di dalamnya terdapat nilai iman dan moral. Di samping itu, mereka juga berharap suasana belajar yang diterima si anak menyenangkan.

Namun, keinginan tersebut jarang sekali ditemukan di sekolah umum (formal). Siswa selalu diorientasikan dengan nilai rapor di sekolah umum. Karena dorongan harus mengejar nilai rapor itulah, tidak sedikit siswa yang akhirnya mengambil jalan pintas, menyontek atau membeli ijazah palsu. Selain itu, identitas seorang siswa kerap distigmatisasi dan ditentukan teman-temannya yang lebih pintar. Kondisi ini membuat suasana belajar tidak menyenangkan.

Sekolah pun kurang mengedepankan keterampilan siswa. Perhatian secara personal pada anak, kurang diperhatikan. Belum lagi kasus tawuran pelajar, seks bebas, dan narkoba di kalangan pelajar, menjadi faktor yang membangun kesadaran orangtua untuk mencari pendidikan yang relatif “aman” bagi anak-anak mereka.

Artinya, kegagalan sekolah formal dalam menghasilkan mutu pendidikan yang lebih baik, menjadi pemicu bagi keluarga memberikan pendidikan di rumah lewat homeschooling, sebuah pola pembelajaran yang dianggap bisa memberikan harapan pada kreativitas dan perkembangan mutu pendidikan anak. Pada pola homeschooling, keluarga bertanggung jawab atas pendidikan anak dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikan.

Lantas, apa yang menjadi kelebihan dalam pola pendidikan homeschooling ini? melihat pola yang banyak diterapkan selama ini, homeschooling lebih banyak memberikan keleluasaan bagi anak untuk menikmati proses belajar. Mereka tidak perlu tertekan dengan beban materi ajar yang ditargetkan kurikulum. Di samping itu, siswa mendapat pendidikan moral atau keagamaan, lingkungan sosial, dan suasana belajar yang lebih baik.

Anak juga bisa mendapat keterampilan khusus dan bisa mengembangkan sesuai bakat yang dimiliki. Kendati begitu, bukan berarti homeschooling tidak memiliki kelemahan. Pasalnya, pola belajar di rumah tidak bisa menciptakan suasana kompetitif. Anak tidak bisa membandingkan sampai di mana kemampuannya dibandingkan anak-anak lain seusianya. Selain itu, siswa homeschooling dinilai keterampilan bersosialisasinya relatif rendah.

Karena itu, risiko yang biasa diterima ialah kurangnya kemampuan bekerja dalam tim (team work), organisasi, dan kepemimpinan. Lalu, mengapa harus homeschooling? Berdasarkan penelitian Dr Brian Ray, salah satu peneliti ternama mengenai homeschooling, menyebutkan pola pendidikan di rumah menjadi tren yang tumbuh pesat di sejumlah negara di dunia. Meningkatnya jumlah siswa homeschooling disebabkan kegagalan sistem pendidikan di AS, yang dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan bisnis dan industri.

Artinya, para siswa lulusan sekolah formal di AS tidak siap untuk masuk dalam dunia kerja. Di Indonesia, belum ada catatan statistik jumlah praktisi homeschooling. Tetapi menurut data Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena) yang dipimpin Seto Mulyadi, sedikitnya ada lebih dari 1.400 siswa homeschooling di Indonesia. Saat ini sekolah formal masih dianggap sebagai sistem pendidikan yang paling cocok bagi mayoritas anak-anak di Indonesia.

Namun, tidak semua anak berkesempatan bisa belajar di sekolah formal dengan berbagai alasan. Bisa jadi karena kesibukan si anak sebagai selebritas misalnya, atau orangtua yang selalu berpindah tempat kerja. Malah tidak sedikit orangtua yang beranggapan bahwa sekolah formal khususnya swasta yang menerapkan biaya sangat tinggi. Intinya, ekonomi menjadi pertimbangan orangtua.

Kondisi ini yang membuat sebagian orangtua melirik homeschooling sebagai sebuah solusi. Menurut psikolog anak, Seto Mulyadi, ada beberapa masalah yang bisa membuat homeschooling sebagai solusi, di antaranya masalah psikologis, ekonomi, hingga geografis. Dari sisi psikologis, ada anak yang tidak suka dengan pola belajar yang kaku. Terlebih jika si anak memiliki kesibukan tersendiri yang dianggap sebagai awal karier, menjadi artis misalnya.

“Homeschooling juga sering dijadikan terapi bagi anak korban bullying (kenakalan) teman-temannya. Ada juga beberapa kasus seperti bermasalah dengan guru. Mereka bisa masuk homeschooling. Setelah merasa terobati, mereka kembali lagi ke sekolah formal,” jelas Seto. Sementara dari sisi geografis, tidak sedikit orangtua karena alasan pekerjaan harus sering berpindah tugas.

Kondisi ini terpaksa membuat mereka memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anaknya. Hal ini misalnya terjadi pada diplomat yang selalu berpindah Negara. Pakar pendidikan Arief Rachman mengatakan, homeschooling cocok bagi anak yang tinggal jauh dari sekolah. Orangtua bisa memberikan pelajaran yang nantinya akan diikutkan ujian dengan sekolah formal yang ada.

Menurut Arief, sistem homeschooling di Indonesia berbeda dengan apa ada yang ada di negara lain. “Saya tidak mau menyebut homeschooling di Indonesia asli atau tidak, namun ini adalah homeschooling ala Indonesia,” kata Arief.

Menurutnya, homeschooling cocok bagi anak yang kurang kemampuan numerik (angka-angka) dan verbal (bahasa), namun mempunyai kemampuan lain seperti bermusik dan menyanyi.

Mereka tidak perlu sekolah formal, cukup memaksimalkan kemampuan potensi mereka. Anak-anak itu juga tidak perlu ijazah sesuai dengan sekolah formal.

Homeschooling Menjawab Tantangan Global

Cendekia Homeschooling Yogya – Homeschooling merupakan salah satu solusi bagi orang tua yang mungkin ingin mengontrol sisi belajar sang anak setiap waktu ataupun mereka ingin waktu belajar si anak lebih fleksibel dan tepat. Homeschooling telah banyak dikembangkan di beberapa negara. Dalam pengembangannya di Indonesia memang tidak bisa lepas dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), karena dasar hukum Homeschooling adalah UU no 20 tahun 2003 (Sisdiknas) Pasal 1 ayat (1). Serta pasal 27 Sisdiknas tentang pendidikan informal.

Di Indonesia memang belum banyak peserta yang ikut homeschooling, baru terdapat sekitar 800-an peserta homeschooling, 600 di antaranya mengikuti homeschooling majemuk dan komunitas, 200 lainnya mengikuti homeschooling tunggal. Ada 3 jenis homeschooling yaitu:

  1. Homeschooling tunggal, dimana kegiatan pendidikan dilakukan oleh orang tua dalam 1 keluarga tanpa join dengan keluarga yang lainnya.
  2. Homeschooling majemuk, dilaksanakan 2 keluarga atau lebih untuk kegiatan tertentu, sedang kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orang tua di rumah masih-masing.
  3. Homeschooling komunitas, terdiri gabungan dari homeschooling majemuk. Dalam jenis ketiga ini beberapa perwakilan keluarga berembuk untuk menyusun dan menentukan silabus, RPP, bahan ajar, sarana-sarana serta jadwal pembelajaran.

Apakah homeschooling diakui Pemerintah?

Ya, Pemerintah mengakui terhadap keberadaan homeschooling. Namun pihak yang melaksanakan homeschooling-lah yang harus proaktif melapor ke Diknas setempat agar nantinya dicatat, diakui, dan bisa mendapat ijazah dengan mengikuti ujian kesetaraan. Untuk ijazah SD adalah paket A, SMP adalah paket B, dan SMA adalah paket C. sedangkan sistem akreditasinya menggunakan ujian persamaan yaitu UN kesetaraan.

Siswa homeschooling juga dapat “BOS” (Biaya Operasional Sekolah), namun namanya bukan BOS tapi BOP (Biaya Operasional Pendidikan). Untuk paket A sebesar Rp 230.000,00 plus modul senilai Rp 74.000,00 per siswa. Paket B dapat Rp 260.000,00 plus Rp 80.000,00 per siswa, sedang paket C (setara SMA) mendapat Rp 285.000,00 ditambah Rp 84.000,00.

Apakah manfaat homeschooling dibanding sekolah formal? Ada beberapa manfaat, diantaranya:

  1. Anak-anak menjadi subyek bukan obyek.
  2. Materi pelajarannya sangat luas, tidak hanya seperti kurikulum yang ditetapkan Pemerintah.
  3. Peran orang tua menjadi sangat penting dan harus dominan.
  4. Fleksibel dalam penyelenggaraan pembelajaran.
  5. Penerapan contextual teaching and learning adalah model yang ampuh untuk homeschooling, dan sebagainya.

Anda sudah tahu kan, tentang keunggulan homeschooling? Tunggu apa lagi, silakan daftarkan putra-putri Anda ke lembaga homeschooling terpercaya.

Salah satu lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan homeschooling yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam penyelenggaraan pendidikan yang bekualitas adalah Cendekia Homeschooling. Lembaga homeschooling di Yogyakarta ini diharapkan bisa memberikan solusi yang nyata dan pasti kepada para orang tua yang ingin memberikan pendidikan kepada putra-putrinya melalui homeschooling

Kategori
Pengunjung